Temon and D’unEssential

Nguping Jakarta-Bogor

Posted by: Temon on: October 10, 2008

Kemaren pas di blognya si ghea ada link ke situs (blog) aneh namanya itu Nguping Jakarta. Blog tersebut berisi kutipan-kutipan dialog aneh, ajaib, ngeres (sebagian) dan nggak penting di daerah Jakarta Raya dan sekitarnya yang dikirimkan oleh entah siapa-siapa saja yang pernah mendengar kutipan-kutipan tersebut secara langsung maupun tak langsung.

Ngomong-ngomong masalah nguping di Jakarta Raya dan sekitarnya saya juga punya dong pensiunan AGJ gitu loch :p. Okey kita mulai yah.

Pada sebuah counter tiket maskapai low-cost-carrier di bilangan Panglima Polim sekitar 9 bulan lalu (dah lahir harusnya ya he..he.. :D ). Karena satu dan lain hal printer di counter tersebut ngadat sehingga tidak dapat mencetak tanda booking tiket yang telah dibayar.

Customer Service Representative (CSR): Maaf Pak printer kami sedang rusak apakah bapak memiliki alamat email, jadi nanti kami kirim saja kode bookingnya dan bapak bisa mencetak sendiri.

Pria Paruh Baya Pembeli Tiket: Wah gimana ya mas? alamat imel saya di Kalimantan tuh.

CSR: … *terdiam berusaha memahami keadaan sambil terus berupaya mengutak-atik printer laser jet di hadapannya*

Di dengar oleh seseorang yang terus berharap agar pesawatnya tidak mengalami kecelakaan

Nah satu lagi di mana ini ya saya lupa tapi kayaknya sih di Bogor jadi bukan Nguping Jakarta he..he..

Terlihat sekelompok karyawan tengah bercanda sepulang kerja, tak lama kemudian sepertinya ada seorang karyawan yang menjahili temannya sehingga menimbulkan sedikit perdebatan.

Karyawan-1: Ah sialan lo, sini balikin nggak!!

Karyawan-2: He..he.. *meringis bangga*

Karyawan-1: Biarin dah, gw sumpain mandul tujuh turunan lo!!

Di dengar oleh seseorang yang mulai mengingat-ingat lagi kaidah logika paradox

Tags:

2 Responses to "Nguping Jakarta-Bogor"

Ahahahaha..
Baru nyadar gue maksud mandul 7 turunan..

Temon:

emang re itu lelucon tingkat tinggi wakakakak :D

ah kamyuu….
nguping aja deh aauww!!

Temon:

mangkanye nan di tempat umum kalo ngomong jangan gede-gede suaranye :p

Leave a Reply